Makna Hari Raya Siwaratri lebih menitikberatkan pada penyadaran diri untuk melebur “kepapaan” atau kegelapan pikiran agar tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa depan. Ada beberapa poin penting mengenai makna spiritual dari hari suci ini:
Peleburan Kegelapan Batin Siwaratri adalah usaha manusia untuk menghilangkan Awidya (kebodohan/kegelapan) menuju Widya (pengetahuan/terang). Kegelapan hati adalah sumber dari segala penderitaan dan tindakan buruk.
Kisah Lubdaka
Makna Siwaratri sering dikaitkan dengan kisah Lubdaka dari kakawin Siwaratrikalpa karya Mpu Tanakung. Lubdaka digambarkan sebagai seorang pemburu yang banyak membunuh binatang. Namun, karena ia melakukan brata (pantangan) secara tidak sengaja pada malam Siwaratri dengan tetap terjaga (Jagra) di atas pohon Bila dan menjatuhkan daunnya ke atas Lingga Siwa, ia mendapatkan pengampunan dan tempat yang layak di sisi Siwa.
Simbolisasi Jiwa
Cerita tersebut adalah alegori. Lubdaka adalah simbol jiwa yang tersesat, hutan adalah duniawi, dan binatang buas adalah hawa nafsu. Hari Raya Siwaratri menjadi momen kembalinya kesadaran jiwa tersebut kepada Tuhan.
Tujuan akhirnya adalah mencapai kesucian diri (Atma Parisudha). Dengan hati dan pikiran yang bersih, umat Hindu diharapkan mampu menjalani kehidupan selanjutnya dengan lebih bijaksana, penuh dharma (kebenaran), dan terhindar dari perilaku asusila.
source : https://blog.amikom.ac.id/hari-raya-siwaratri/
#padangsambiankaja #siwaratri #inspiringvillage